Sunday, June 14, 2009

Segala Sesuatu Tidak Terlihat Sebagaimana Mestinya Part2

Seorang petani mempunyai seekor ku­da jantan yang sangat disayanginya. Se­tiap hari, dengan telaten ia merawat ku­da itu. Suatu kali kuda itu kabur. Para te­tang­ga datang menyampaikan rasa sim­pati atas kehilangan yang dialami si pe­ta­ni. Sebulan kemudian kuda itu balik lagi di­sertai serombongan kuda cheat dari gu­­nung. Rupanya kuda itu lari ke hutan. Dan, ke­tika kembali ia diikuti oleh teman-te­mannya. Pa­ra tetangga datang memberi ucap­an se­lamat karena kini ia memiliki ba­nyak kuda.

Suatu hari anak laki-laki si petani ber­u­saha mengendarai salah seekor kuda cheat itu. Entah bagaimana ia terjatuh. Kakinya terinjak oleh si kuda cheat hingga patah. Aki­bat­nya ia menjadi lumpuh. Para tetangga da­tang lagi menyatakan rasa simpati. Satu ta­hun berselang terja­dilah perang. Semua pe­muda harus berangkat ke medan perang. Ha­nya anak laki-laki si pe­tani yang dibebaskan untuk tidak ikut ber­perang karena ia lumpuh. Dan ia satu-satunya pemuda yang se­la­mat dari desa itu.

Kawan...Di balik musibah atau masalah dalam hidup ini biasanya tersimpan berkat. Sebaliknya, di balik ber­kat tidak jarang tersembunyi kesusahan. Jangan kecil hati ketika tertimpa musibah, se­bab dari situ bisa saja kita menuai kebahagiaan. Apa yang tampaknya seperti assemblage buntu sebenarnya di situ ada tangga lain untuk menuju ke tempat lain dan itu hanya ada di dalam ruimah. Demikian juga apa yang kita alami sepertinya tidak ada solusi tapi sebenarnya di sana ada tangga untuk keluar dari jalan buntu itu. Se­per­ti ka­ta Pengkhotbah, untuk segala sesuatu di dunia ini ada wak­tunya; wak­tu suka waktu duka, waktu manis waktu pahit. Kita tidak bisa me­nyelami sepenuhnya pekerjaan Tuhan.

No comments:

Post a Comment